Kisah Hidup

Tauladan, Perselingkuhan, Perjalanan, dan Pelajaran

Kisah Perjalanan Cinta

Kisah perjalanan cinta ku yang dimulai pada saat aku mulai beranjak dewasa. Pada saat itu aku masih menginjak bangku kelas 3 SMP. Disaat itu aku menyukai seorang cewek yang bernama Suciarti

kisah perjalanan cinta

Kisah Perjalanan Cinta Yang  Mulai Beranjak Dewasa

Kisah Perjalanan Cinta ku yang dimulai pada saat aku mulai beranjak dewasa. Pada saat itu aku masih menginjak bangku kelas 3 SMP. Disaat itu aku menyukai seorang cewek yang bernama Suciarti. Aku menyukainya karena dia orangnya cantik, putih, dan yach, tidak terlalu tinggi. Aku mencoba untuk PDKT dengannya, sampai tiba pada waktunya aku mengutarakan isi hatiku padanya.

Jantungku pada saat itu dag-dig-dug dibuatnya, karena pada saat itu, untuk pertama kalinya aku menyatakan cinta pada seorang wanita. Namun apa daya, usaha ku gagal, aku ditolaknya dengan alasan dia masih belum ingin untuk berpacaran (*maklum masih SMP). Setelah kejadian itu, aku dan dia jadi jarang berkomunikasi (*bisa dibilang aku kecewa dan tak mau berbicara dengannya), namun seiring berjalannya waktu, akhirnya aku pun bisa menerima bahwa cinta tidak bisa dipaksakan dan akhirnya aku baikan lagi dengannya.

Setelah kejadian itu, aku pun move-on dan mencoba mencari cinta baru. Tidak lama kemudian aku pun berkenalan dengan seorang yang aku kenal lewat teman ku. Namanya Iffa, setelah lama berkenalan, aku pun jadian dengannya (*namun lagi-lagi lewat sms). Dia pun menjadi pacar pertamaku. Setelah sebulan pacaran, aku pun mencoba untuk bertemu dengannya secara langsung, karena maklum dia juga tinggal di Maros, sama dengan ku.

Namun apa daya, aku sial karena gagal bertemu dengannya (*mungkin dia sudah melihat ku) dan tidak lama kemudian dia pun memutuskan ku lewat sms. Aku sedih dibuatnya, namun aku berusaha tegar. Aku pun mencoba melupakannya dan mencoba kembali move-on. Tidak lama kemudian, aku kembali pacaran dengan seorang cewek yang ternyata sepupu dari mantan ku yang sebelumnya Iffa, namanya Dian.

Aku mengenal Dian dari teman ku, ternyata Dian tinggal di daerah Pangkep, aku pun mencoba untuk bertemu dengannya disana bersama teman yang perkenalkanku dengannya. Sesampainya disana, aku dan temanku dijamunya dengan baik. Temanku meninggalkanku bersamanya karena dia ingin apel dengan pacarnya yang ada di situ.

Aku pun berbicara panjang lebar dengan Dian, namun ada suatu hal yang membuatku merasa tidak enak. Dia bukan selera ku, dan menurutku dia juga kayaknya tidak terlalu suka dengan ku setelah kita bertemu, nampaknya dia merasa IllFeel denganku. Dan tak lama setelah aku dan temanku pulang, dia mengirimkan aku sebuah pesan bahwa dia minta putus denganku. Aku tak bisa mengelak dan menerima keputusannya karena lagian aku juga tidak suka hehehe.

Dan setahun kemudian, aku telah memasuki masa baru yaitu masa SMA. Pada saat kelas 1 SMA, aku mendapat seorang sahabat yang ingin memperkenalkanku dengan seorang cewek, meskipun awalnya cuma lewat sms. Dia pun memberikan aku no.cewek tersebut dan aku pun mencoba menghubungi no.tersebut.

Awalnya aku sms-an dengan cewek itu, lama kelamaan aku makin akrab dengannya dan setelah lama kenalan akhirnya aku jadian dengannya. Namanya Fitri, dia orang Gowa (*cukup jauh juga sich), namun aku tetap berusaha menjalaninya. Inilah pengalaman pertamaku berpacaran (*meskipun cuma lewat hp dan jarak jauh).

Dua tahun menjalani hubungan jarak jauh dan berkomunikasi cuma lewat hp membuat ku jenuh dan mencoba mencari cinta yang sesungguhnya nyata (*bukan jarak jauh). Pada saat itu aku telah duduk di bangku kelas 3 SMA. Dan, kisah cinta ku yang sesungguhnya (*real) dimulai dengan cara yang tidak sengaja (*yach maklumlah kisah cinta unik, hehehe).

Semuanya berawal pada saat ada seorang cewek bersama seorang temannya mencari seseorang di sekitar kelas ku. Teman kelas ku yang pada saat itu berdiri di depan kelas ku pun iseng-iseng menghubungkan aku dengan salah satu dari mereka berdua. Dia pun memanggilku bahwa ada adik kelas yang mencariku (*padahal sebenarnya tidak). Aku pun dengan spontan mencari tahu siapa orang itu, dan setelah aku keluar aku pun melihatnya. Dan entah mengapa aku tertarik dengan cewek itu.

Aku pun berusaha mencari tahu informasi mengenai cewek itu dari temannya yang aku kenal pada saat Masa Orientasi Siswa dulu (*karena aku pengurus OSIS pada saat itu). dan aku pun mengetahui nama cewek itu, ternyata namanya Rindiani, panggilannya Rindy. Aku pun meminta no.hpnya dari temannya.

Setelah mendapatkan no.hpnya, aku pun mencoba sms no.itu dan lama kelamaan aku pun mencoba PDKT dengannya, dan setelah lama mengenalnya, aku pun mengutarakan perasaanku kepadanya beberapa hari sebelum hari ulang tahunku. Ternyata dia menerimaku untuk menjadi pacarnya.

Satu bulan menjalani hubungan dengannya, aku mulai sayang padanya. Namun entah mengapa tiba-tiba saja dia memutuskanku. Aku yang kaget pada saat itu seakan tidak terima karena aku sudah terlanjur sayang kepadanya. Pada saat diputuskan itu aku sedang dirumah sahabatku. Aku menangis pada saat itu di dekat sahabatku. Namun sahabatku terus menghiburku.

Aku pun kembali berusaha tegar, dan tak lama setelah kejadian itu aku terus berusaha untuk bisa balikan dengan Rindy. Aku mencoba berbagai cara untuk bisa balikan dan aku pun akhirnya bisa balikan dengannya. Namun setelah aku balikan, justru komunikasi ku dengannya menjadi berkurang, tak seperti ketika aku jadian awalnya dulu. Aku pun jenuh dan akhirnya selingkuh.

Aku mencoba pelarian dengan teman seletting ku di kelas III IPA2, aku sendiri kelas III IPA1. Tak lama aku PDKT dengannya, aku pun jadian dengannya. Namanya Arni Widiawanti, dan inilah pertama kalinya dimana aku selingkuh. Kurang lebih seminggu aku jadian, Arni mengetahui bahwa aku masih pacaran dengan Rindy, adik kelasnya yang dia kenal. Aku pun akhirnya diputuskan, dan setelah kejadian itu, aku baru sadar bahwa Rindy lah mungkin yang terbaik untukku.

Aku pun kembali menjalin hubungan yang baik dengan Rindy, pacarku pada saat itu. Aku jadi semakin dekat dengannya, dan tentunya semakin sayang dengannya. Aku selalu membantu mengerjakan tugasnya dan terkadang mengantarnya pulang. Semakin lama hubunganku dengannya semakin langgeng saja.

Semakin berjalannya waktu, tak terasa pengumuman kelulusanku pun telah tiba. Aku deg-degan menanti pengumuman kelulusan, dan setelah mengetahui bahwa aku lulus, aku sangat senang saat itu. Merayakan kelulusan itu, aku dan teman-temanku mencoret-coret baju, foto-foto dan apalah sebagainya di halaman sekolah.

Di saat bersenang-senang tersebut, aku melihat pacarku ada juga di sekolah. Aku pun tak ingin melewatkan momen ku bersamanya. Aku pun foto berdua dengannya sebagai kenang-kenangan. Tak lama setelah pengumuman kelulusan kelas III, kelas II dan I pun Ujian Akhir Semester.

Di saat pengumuman peneriman penerimaan rapor, aku mengetahui bahwa prestasi pacarku pada saat itu menurun. Dia meraih peringkat ke-17, padahal sebelumnya dia berada di 5 besar. Aku tak tahu mengapa bisa terjadi demikian. Dia sangat kecewa akan prestasinya itu. Aku sebagai pacarnya memotivasinya namun nampaknya tak berhasil karena dia sangat kecewa.

Keesokan harinya, aku pun diputuskannya dengan alasan dia ingin fokus belajar dan tidak ingin prestasinya lebih buruk lagi apabila pacaran denganku karena dia selalu memikirkan aku katanya. Jadi, menurutku pacaran itu membuatnya jeblok, padahal bagiku pacaran itu adalah motivasi untuk bisa lebih baik.

Aku pun menerima dengan lapang dada dan ikhlas terhadap keputusannya itu. Karena itu juga demi kebaikan dia kedepannya. Toh kalo dia memang jodohku pasti aku akan dipertemukannya kembali. Itu pun menjadi masa pacaranku yang paling lama dari sebelumnya. Yang sebelumnya aku cuma bertahan sebulan, aku dengan Rindy bisa mencapai 7 bulan.

Aku pun kembali melepas masa pacaranku dan kembali menjadi jomblo. Sebulan kemudian aku melanjutkan pendidikanku ke bangku kuliah setelah lulus dari SMA. Aku pun memilih LP3I sebagai pelabuhan pendidikanku selanjutnya. Disaat menjalani Masa Orientasi Mahasiswa atau yang biasa disebut MOSMA di LP3I, aku pun mulai naksir dengan cewek yang juga kuliah disitu dan aku berharap bisa menjadi pacar salah satu dari mereka

Setelah melewati masa MOSMA di LP3I, tiba saatnya dimana aku mulai masuk kuliah perdana. Setelah kelas dan jadwal dibagikan, aku pun bertemu dengan teman-teman baru lagi selain teman-teman yang ku kenal pada saat MOSMA dulu. Hari pertama aku masuk kuliah bertepatan dengan hari ulang-tahunku yang ke-18.

Pada saat itu, aku langsung jatuh cinta lagi pada pandangan pertama dengan seorang cewek yang memberiku ucapan selamat pada saat itu. Namanya tak ingin aku sebutkan, karena saat ini (*red) aku masih illfeel dengannya. Lanjut ke cerita, aku pun berkenalan dengannya, dan ternyata dia juga orang maros, sama dengan ku. Beberapa hari kuliah, dia pun berkata padaku “boleh kah aku ikut bersamamu, karena kita kan satu jurusan”. Aku pun mengiyakannya karena aku naksir padanya

Hari-hari aku selalu berangkat bersamanya ke kampus, dan teman-teman ku sempat mengira kalau aku pacaran dengannya padahal kami cuma sebatas teman. Aku pun berpikir, kenapa tidak aku coba saja untuk menyatakan perasaanku padanya sebelum terlambat. Aku pun meminta saran kepada sahabat dekatku Achyar dan dia men-support ku penuh.

Tibalah saatnya hari dimana aku akan menyatakan perasaan ku padanya. Disaat perjalanan pulang, aku mengantarnya sampai di depan rumah dan disitulah aku mengatakannya. Namun apa daya, dia menolak ku dengan alasan dia tidak ada waktu untuk begituan (*pacaran). Aku pun menerima keputusannya, karena kembali pada prinsipku sebelumnya bahwa cinta tidak bisa dipaksakan.

Tak lama setelah kejadian itu, aku mencoba untuk menjodohkan sahabat dekatku dengan salah satu temanku. Namun ternyata, entah mengapa aku naksir sama orang itu. Sahabatku yang mengetahui kalau aku ternyata menyukai orang itu, dia pun memberikannya kepada ku karena tidak ingin melihat sahabatnya (*aku) kecewa, tapi dia ingin melihatku bahagia.

Tak butuh waktu lama, aku pun jadian dengan cewek itu lagi-lagi beberapa hari sebelum aku berulang tahun. Aku pun menamakan bulan itu “September Ceria”. Aku pun berdoa dan berharap semoga aku dengannya bisa bertahan lama karena aku satu kelas dengannya. Hari-hari awal dimana aku baru jadian masih sangat menyenangkan.

Dan ada suatu hari dimana aku hampir saja putus dengannya hanya karena sahabatnya (*orang yang aku naksir dulu) memberitahukan pada pacarku itu bahwa aku pernah menyatakan cinta padanya. Pacar ku pun marah padaku karena tak memberitahunya. Namun aku berusaha menjelaskan dan meyakinkannya bahwa itu cuma masa lalu dan sekarang kan aku pacaran dengannya, jadi aku tak terlalu memikirkannya.

Setelah baikan dengannya, tak lama kemudian pacarku itu memutuskan aku dengan alasan bahwa dia ingin fokus belajar. Hubunganku pada saat itu baru berjalan sebulan. (*kejadian itu mengingatkanku pada Rindy mantanku). Aku pun curiga, jangan-jangan ada sesuatu dibalik semua itu, karena kejadian itu (*dia memutuskanku) terjadi secara tiba-tiba.

Aku curiga dengan sahabatnya, jangan-jangan dia menjadi racun yang merusak hubunganku dan mempengaruhinya. Karena dulunya dia sempat membuatku hampir putus dengan pacarku itu. aku pun jadi ilfeel dengannya hingga saat ini (*red). Aku pun mencari tahu penyebab pastinya dia memutuskanku.

Waktu terus berjalan, aku lupa ceritanya dimana aku bisa balikan lagi dengannya. Aku balikan 4 hari sebelum hari ulangtahunnya atau tepat pada saat ada kuliah umum di Jl.Pettarani. Namun balikan ku dengannya tidak bertahan lama karena dia kembali berubah derastis kepadaku. Nampaknya dia sudah tidak ada hati lagi padaku.

Sahabatku yang mengingatkan dulu bahwa tak usahlah aku balikan karena itu tak akan bertahan lama ternyata benar, hubungan balikan itu tak baik. Kembali lagi ke cerita, aku coba mencari tahu kenapa sikapnya berubah derastis pada saat itu. dan setelah aku mendapat informasi dari temanku yang ku berikan no.hp cewek itu. Ternyata dia tidak suka kalau aku berlagak sok pintar di kelas.

Kenyataannya tidak, aku biasa-biasa saja kok di kelas. Aku heran kenapa dia sampai kesitunya berpikir tentang itu. Aku pun jadi illfeel padanya dan aku lalu mencari kejelekan sifatnya. Dan ternyata, sesuatu yang betul-betul mengherankan aku dapatkan darinya, ternyata dia orangnya jago selingkuh. Teman ku mendapatinya selingkuh dengan cowok lain sewaktu aku masih jalan dengannya.

Aku pun jadi sangat sangat benci padanya, hingga sampai saat ini (*red). Aku pun mencoba melupakannya, toh kalau jodoh juga tak akan kemana. Setelah peristiwa itu, ada seorang temanku yang mencoba menjodohkan sahabatnya padaku. Aku pun menyetujuinya, toh aku juga ingin coba karena dia orangnya alim sekali. Namun bayanganku yang ingin lama berpacaran dengan sahabat temanku itu, berbalik 180 derajat dengan yang kupikirkan.

Tak lama setelah aku jadian dengannya, dia dan sahabatnya marahan. Sahabatnya marah padanya karena dia tak memberitahunya kalau dia telah jadian denganku. Dia sangat marah sekali, sampai-sampai dia tidak mau membalas sms ataupun mengangkat telpon dari sahabatnya. Dan dampaknya pun berimbas padaku, malamnya dia pun memutuskanku karena tidak ingin kelihatan sahabatnya.

Yang unik dari kejadian itu adalah dimana aku dan dia hanya jadian kurang lebih 7 jam saja. Benar-benar sebuah rekor pacaran yang berhasil ku torehkan. Hehehe aku pun tak menduga bisa pacaran secepat itu. Setelah kejadian itu, aku pun kembali jomblo dan berusaha untuk move-on lagi. Disaat itu, aku menyukai seorang cewek yang berasal dari Enrekang, namun yang beda, kali ini dia tidak satu jurusan denganku, melainkan beda jurusan, dia anak Informatika Komputer, namanya Nur Asia atau yang biasa dipanggil Asia.

Aku suka dia, karena dia orangnya cantik, putih (*kriteria gua banget), mengingatkan ku pada Suci cinta pertamaku. Aku pun berusaha mendekatinya lewat salah satu temanku yang kebetulan satu kelas dengannya. Setelah mencoba, akhirnya aku mendapatkan no.hpnya, aku pun berkenalan dengannya lagi-lagi cuma lewat sms, hehehe.

Namun, anehnya dia tidak mengenaliku karena katanya banyak sekali mi fansnya. Hahahaha namun, aku yang baru sadar karena dia itu orangnya somsek kali yach, maklum hpnya BlackBerry, sedangkan hp.ku cuma nokia, mana mau dia smsan denganku, seandainya aku juga punya BB, mungkin dia mau BBM-an dengan ku.

Aku pun memutuskan berhenti mendekatinya karena tidak ada harapan kayaknya. Namun, disaat dia masuk rumah sakit karena dicelakai, entah mengapa hatiku tertegun untuk menjenguknya dan melihat kondisinya. Dengan dibantu oleh temanku yang juga satu kelas dengannya, kami pun pergi menjenguknya di Rumah Sakit Islam Faisal Makassar. Setelah kejadian itu (*menjenguknya), dia pun saat ini sudah mengenalku dan aku pun akrab dengannya hingga saat ini (*red), bahkan aku pun sempat mengantarkannya mengambil laptopnya yang ketinggalan di kost-nya.

Setelah itu, aku pun kagum melihat anak Kompak 42 yang bernama Nur Rahmi alias Amy. Aku kenal dengannya lewat fb karena kebetulan aku satu kampus dengannya. Namun lama kelamaan aku pun jauh mengenalnya setelah mengetahui no.hpnya. Setelah cukup lama mengenalnya, aku pun memberanikan diri untuk mengutarakan perasaanku kepadanya. Namun apa daya, lagi-lagi aku ditolak cewek yang aku suka.

Tak lama kemudian, penerimaan mahasiswa baru di kampusku dimulai. Audisi untuk menjadi pengurus Mosma dibuka, aku pun dengan perasaan senang ingin mencoba mengikutinya karena mungkin saja aku mendapatkan pacar dari situ, hehehe. Setelah mengikuti babak seleksi, aku pun dinyatakan lolos dan bisa bergabung dengan teman yang lain menjadi pengurus Mosma.

Pada saat rapat untuk mempersiapkan Mosma 2013, aku selalu menghadirinya dengan penuh antusias, dan disaat pembagian pendamping kelompok, aku sangat berharap bisa sama Amy yang aku taksir dulu. Namun ternyata aku satu tim dengan Ira temannya.

Tibalah dimana MOSMA hari pertama, aku sangat deg-degan dibuatnya karena aku akan menghadapi berbagai karakter mahasiswa baru dan tentunya mahasiswi baru yang tentunya pada cantik-cantik semua, hehehe. Disaat pembagian kelompok, terkumpulah sekitar 20 orang di kelompok yang akan aku dan Ira bimbing nantinya.

Diantara kurang lebih sekitar 20 orang itu, aku lagi-lagi jatuh cinta pada pandangan pertama dengan salah satu diantara mereka. Namanya Arismah atau yang biasa dipanggil Risma. Dia asli dari Pinrang, dia orangnya cantik, putih (*kriteria gua banget). Aku tidak berani terlalu jauh mengenalnya, karena aku sangat malu padanya, tak tahu kenapa. Lagipula dia anggota kelompok yang aku bimbing bersama Ira.

Namun bak gayung bersambut, dia pun akhirnya meminta no.hp ku disaat dia mau pulang. Aku pun yang sangat ingin tahu no.hpnya akhirnya senang karena dia yang duluan minta, walaupun dengan alasan karena dia ingin bertanya nanti tentang apa yang harus dibawa nantinya kalau kegiatan Mosma.

Tak butuh waktu lama ku mengenalnya, lagi-lagi aku dengan beraninya mengutarakan perasaanku kepada cewek yang aku suka itu, yaitu Risma. Dan sudah bisa diduga, lagi-lagi aku kembali mendapat penolakan. Kali ini dengan alasan dia belum mau pacaran karena aku adalah kakak seniornya, jadi dia tidak enak denganku katanya.

Aku pun lagi-lagi dengan lapang dada dan ikhlas harus menerima keputusannya, karena cinta itu tidak bisa dipaksakan dan lagipula kalau jodoh tak akan kemana. Dan setelah kejadian itu, nampaknya aku akan jomblo lumayan lama, dan September Ceria yang selalu aku dapatkan di dua tahun sebelumnya, nampaknya tak akan terjadi di tahun ketiga atau tahun ini (*red).

Sampai pada akhirnya aku dipertemukan dengan seorang cewek yang merubah segalanya. Dia anak magang di kampus ku. Sebenarnya sich aku suka dengan cewek itu ketika aku selalu melihatnya di kampus, terutama di bagian F.O dan Keuangan (*tempat dia magang). Namun aku tak berani mengungkapkannya karena aku belum akrab dengannya.

Namun, lagi-lagi bak gayung bersambut, akhirnya aku bisa akrab dan kenal dengannya. Itu semua terjadi pada saat kegiatan MOSMA yang pada waktu itu berlangsung di Malino. Pada waktu itu dia menjadi bagian Konsumsi, disaat jam makan di Restaurant tempat makan di Malino, sewaktu aku lagi hendak mengambil makan, tak tahu kenapa dia menyapaku dan mengajakku makan bersama.

Dari kejadian itulah awalnya aku berkenalan dengannya. Di saat lagi sementara makan, kami pun berkenalan dan salaman. Setelah ku tahu, namanya Rya, dia orangnya memang cantik dan hitam manis, tak salah jika aku jatuh cinta padanya. Setelah itu, kami pun berbincang-bincang apa adanya seputar kampus dan lain-lain.
Kejadian itu pun tak berlangsung lama karena waktu makan telah usai. Setelah kejadian itu, kami pun jarang lagi ngobrol satu sama lain disamping karena kita baru kenal. Kurang lebih satu minggu setelah MOSMA, akhirnya aku pun masuk kuliah lagi setelah libur panjang 3 bulan lamanya.
Aku yang sudah kenal dengan Rya (*orang yang kusuka) nampaknya tidak terlalu antusias dan berharap lebih dari peristiwa kenalan disaat makan itu. Namun, lagi-lagi bak gayung bersambut, aku pun akhirnya bisa kenal lebih jauh dengannya setelah disaat yang tidak aku duga, dia memanggilku dari bagian Keuangan (*tempatnya magang) lalu meminta no.hp ku disitu.

Setelah mendapatkan no.hpnya, aku pun berkenalan lebih jauh dengannya dan lama kelamaan aku pun mengenalnya lebih dekat. Setelah mencari tahu tentang kehidupan pribadinya, aku akhirnya tahu bahwa dia jomblo, aku pun berusaha mendekatinya. Aku yang sebelumnya suka dengannya akhirnya mengutarakan perasaan terhadapnya namun tak kunjung ada tanggapan darinya.

Aku berkata dalam hati, nampaknya September Ceria tak akan terjadi lagi tahun ini (*2013). Aku sungguh-sungguh pasrah saat itu. dan akhirnya suatu kejadian tak terduga sekaligus kabar gembira bagiku. Tepat di hari ulang tahunku, dia (*Rya) akhirnya menerima ku menjadi pacarnya. Alhamdulillah nampaknya September Ceria masih berlaku padaku dan akhirnya aku tak jomblo lagi.

Sejak kejadian itu, aku pun berpacaran dengannya hingga sampai saat ini (*red). Namun pertemuan ku dengannya cukup singkat semenjak pacaran. Cuma 4 hari aku bertemu, setelah itu aku harus menjalani hubungan jarak jauh dengannya karena dia harus kembali ke sekolahnya karena masa magangnya di kampusku telah selesai tepat 4 hari setelah aku jadian dengannya.

Setelah kejadian itu (*ditinggal olehnya), aku pun merasa kesepian. Namun rasa kangen ku selalu terobati apabila aku smsan atau telponan dengannya. Dan tanpa terasa hubunganku dengannya sudah berjalan 8 bulan hingga saat ini (*red). Aku sangat sayang padanya dan tak ingin kehilangan dia. Semoga dialah cinta terakhirku dan jodohku dan semoga hubunganku berjalan lancar sampai ke jenjang yang lebih serius yaitu jenjang pernikahan nanti. Amiiiin!!!!!
semoga bermanfaat Kisah Perjalanan Cinta ini buat sobat semua.

cerita perjalanan hidup cerita riwayat hidup kisah perjalanan cinta perjalanan hidup puisi perjalanan hidup

Leave a Reply

Back to Top