Kisah Hidup

Tauladan, Perselingkuhan, Perjalanan, dan Pelajaran

Puisi Perjalanan Hidup

Puisi Perjalanan Hidup, Meski jalan kehidupan tak seperti yang diharapakan kita selalu dipaksakan tuk jalani dengan keikhlasan meski ini hanyalah sandiwara kehidupan tapi kita tak bisa lepas dari kenyataan

puisi perjalanan hidup

Beberapa Kumpulan puisi perjalanan hidup Buat Sobat Semua

Puisi Perjalanan Hidup, mengapa ku biarkan air mata ini menitis tatkala hati tak ingin menangis lagi biar ku lebur segala mimpi semalam agar hatiku tak lagi menjadi rawan mengapa perit didada ku biar melara sedang sakit pun menjadi parah dan aku pun termanggu didalam diam menghitung hari hari kelabu yang suram dan bila kau tiada disisi ku lagi … puisi ku pun menjadi sepi hilang segala rasa, canda dan seloka dan aku masih tetap disini hidup pun seakan mati

Aku terlahir bagai lembar putih yang bersih
Tak ternoda oleh nista
Tak terjamah oleh dusta

Bayi….
Anak-anak….
Remaja…..
Dan tua…….
Adalah perjalanan kehidupan yang tak bisa dihindari

Meski jalan kehidupan tak seperti yang diharapakan
Kita selalu dipaksakan tuk jalani dengan keikhlasan
Meski ini hanyalah sandiwara kehidupan
Tapi kita tak bisa lepas dari kenyataan

Inilah hidup…
Berlalu…dan terus berlalu
Tanpa peduli apapun tentang yang menjalani
Kehidupan ini terus berganti

Meskipun beberapa hari ini terasa sangat berbeda dengan hari kemarin
Itu tak membuat dia putus asa seperti yang sudah sudah
Dia hanya ingin melihat hati seseorang bisa terbuka untuknya
Menerimanya, memeliharanya, membimbingnya, mengasuhnya
Tapi

Bagiku hidup bukan pertandingan
Di mana ada yang menang ada yang kalah
Bagiku hidup bukan medan pertempuran
Di mana ada yang hidup dan yang mati
Bagiku hidup juga bukanlah tontonan
Yang hanya bisa dinikmati dan dilihat dari jauh
Bagiku hidup juga bukanlah hiburan
Yang habis manis sepah dibuang

Mungkin bagi sebagian manusia
Hidup adalah bahan tertawaan
Di mana mereka bahagia di atas penderitaan orang lain
Di mana mereka memeras yang miskin demi memperkaya diri mereka
Di mana mereka meremehkan kehidupan yang sesungguhnya sangat berarti bagi orang lain

Mungkin bagi segelintir orang
Hidup adalah alasan untuk menangis
Di mana orang akan selalu meratap dan menghujat Allah
Di mana banyak orang terperangkap dalam ilusi kesedihan yang tiada guna
Terperangkap dalam penderitaan semu yang mereka ciptakan sendiri

Namun,
Bagiku hidup adalah perjuangan
Di mana yang hidup
Berjuang untuk tetap hidup
Yang telah mati
Biarlah mengakhiri perjuangannya di dunia

Bagiku hidup adalah cerita
Penuh tangis tawa emosi dan sandiwara
Yang tertuang dalam tiap untaian kata
Yang selalu merdu untuk didengar

Bagiku hidup bagaikan sebuah doa
Penuh harap dan kepasrahan
Penuh syukur dan keluh kesah

Dan yang selalu ku sadari
Bagiku hidup bagaikan sebuah rumah
Di mana kita bisa berlindung dari segala ancaman dan bahaya
Di mana kita bisa tinggal bersama dan bertukar sapa
Di mana ada aku dan kamu yang saling mengasihi

Itu semua hanya mimpi belaka, mimpi yang tak mungkin bisa terwujud
Sesekali dia mencoba menenangkan hatinya untuk bisa menerima
Menerima segala apa yang akan terjadi, merelakan yang telah terjadi, dan bersiap-siap menhadapi sesuatu yang menanti yang akan pasti terjadi
Takdir memang tidak bisa dirubah tapi bisa kita hindari untuk menuju takdir yang lain
Tentunya menuju takdir yang baik, dengan harapan tidak bertemu takdir yang buruk
Kesempitan dalam berfikir akan membuat hidup terasa sempit untuk dijalani
Berfikir yang positif akan melahirkan hidup yang positif
Dengan catatan apa yang kita niatkan, fikirkan, dan lakukan bernilai positif
Berfikir negatif akan melahirkan hidup yang negatif
Menciptakan suasana hati gundah gulana, galau tingkat tinggi dan sifat negatif lainnya
Itu semua bisa di obati dengan melihat, merenung dan memikirkan seberapa dekat kita dengan sang pencipta.
semoga bermanfaat Puisi Perjalanan Hidup ini buat sobat semua.

cerita perjalanan hidup cerita riwayat hidup perjalanan hidup puisi perjalanan hidup

No Responses to “Puisi Perjalanan Hidup”

  1. jepta says:

    gila bener

Leave a Reply

Back to Top